RSS

Materi SBdP Kelas 6

Cara Membuat Mozaik



A.    Alat dan Bahan
·         Kertas origami, kertas koran/majalah bekas, biji-bijian
·         Lem
·         Pensil
·         Penghapus
·         Kertas gambar A4
·         Gunting/pelubang kertas
B.     Cara Membuat

  1. Buatlah sketsa pada kertas gambar A4,

    Gambar 1.1
  2. Potong-potong kertas origami/koran dan majalah bekas sesuai warna yang diinginkan menggunakan gunting ataupun pelubang kertas,
  3. Polesi kertas gambar yang telah diberi sketsa dengan lem,
  4. Tempel satu persatu, kertas warna yang telah dipotong,
     Gambar 1.2
     Gambar 1.3
     Gambar 1.4
    Gambar 1.5
    Membuat mozaik kedua dengan bahan alami
     Gambar 2.1 warnai beras/gunakan bahan alam yang sesuai

    Gambar 2,2 buat pola gambar pada buku gambar

    Gambar 2.3 polesi lem pada pola

    Gambar 2.4 taburkan biji/beras yang sudah diberi warna pada pola

    Gambar 2.5 hasil mozaik dengan bahan alami
     
    Ratna, Setyaning. 2014. Cara Membuat Mozaik. Di akses melalui :  http://setyaningratna.blogspot.co.id/2014/04/cara-membuat-mozaik.html
     

Materi PKn Kelas 6



Memahami Moralitas Dalam Sila Pancasila


Istilah Moral berasal dari bahasa Latin yang dalam bentuk tunggal kata moral yaitu mos sedangkan bentuk jamaknya, yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama, yaitu kebiasaan atau adat. Moral atau moralitas yang berarti adat istiadat, kebiasaan nilai-nilai, dan norma-norma yang selalu berlaku dalam kelompok atau masyarakat. Moralitas adalah sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk (Bertens, 2002:7). Moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. (Keraf, 1993:10)
Nilai-nilai Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali, tumbuh dan berkembang dari budaya bangsa Indonesia, sehingga menjadi ideologi yang tidak diciptakan oleh bangsa lain. Pancasila merupakan kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Karena Pancasila merupakan sumber nilai di Indonesia maka semua nilai yang berkembang tidak oleh bertentangan dengan Pancasila.

            Kehidupan sehari-hari dalam keluarga harus dijiwai nilai-nilai luhur Pancasila, di mana orang tuamenjadi teladan bagi anak-anaknya. Segala tindak tanduk seluruh keluarga harus bersumber darinilai-nilai luhur Pancasila. Anak yang berumur tujuh tahun telah memasuki usia wajib belajar pendidikan formal. Di sinilah penanaman nilai-nilai luhur Pancasila dimulai yaitu dari taman kanak-kanak, terutama melalui pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

            Pendidikan dalam masyarakat amat penting untuk penanaman nilai luhur Pancasila, karena waktu di sekolah hanya terbatas sehingga waktu yang lebih banyak ada di lingkungan keluargadan masyarakat maka pergaulan sehari-hari dalam masyarakat luas akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan sikap dan kepribadian anak. Oleh karena itu, hendaknya masyarakat ikut bertanggung jawab dalam pembentukan sikap dan perilaku anak, serta penanaman nilai-nilai luhur Pancasila.

            Pancasila yang digali dari akar budaya Indonesia mengandung nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi bangsa Indonesia sejak zaman dulu. Nilai-nilai itu antara lain nilai agama, adat istiadat, dan perjuangan untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan. Nilai-nilai ini mengkristal dalam rumusan Pancasila sebagai perwujudan filsafat kemanusiaan yang mencerminkan hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan (alam) tempat hidupnya.

            Dengan menghayati dan mengamalkan nilai nilai dalam Pancasila seluruh warga negara akan menghargai semangat kebhinnekatunggalikaan dan keragaman agama, suku bangsa, pakaian tradisional, bahasa, rumah adat, makanan khas, dan upacara adat, sosial, dan ekonomi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Menghargai kebersamaan dalam keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Menunjukkan perilaku bertanggung jawab dan rela berkorban dalam keluarga, sekolah, dan lingkungan sebagai perwujudan nilai dan moral Pancasila.


           
Berikut ini nilai-nilai yang terkandung dalam sila-sila Pancasila serta sikap yang harus ditunjukan baik dalam lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan bangsa dan negara.
Sila
Nilai Yang Terkandung
Sikap
Ketuhanan yang Maha Esa
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Ketuhanan yang Maha Esa” terkait dengan hubungan antara manusia dengan Tuhannya. Nilai-nilai tersebut antara lain Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, toleransi, kebiasaan beribadah, penghormatan kepada agama atau kepercayaan lain, kerukunan dan kerja sama antarumat beragama.
  1. Beribadah sesua agama masing-masing.
  2. Menghormati teman lain yang berbeda agama.
  3. Membina kerjasama dan tolong menolong antar umat ber-agama
Kemanusiaan yang adil dan beradab
Nilai-nilai yang terkandung dalam sila “Kemanusian yang Adil dan Beradab” antara lain pengakuan terhadap adanya martabat manusia dan perlakuan yang adil terhadap sesama manusia.
  1. Menghargai teman yang berlainan agama.
  2. Bersikap dan berkata sopan pada semua teman.
  3. Menyadari bahwa kita mempunyai hak dan kewajiban yang sama
Persatuan Indonesia
Sila ketiga mengandung nilai-nilai persatuan, di antaranya adalah sebagai berikut: Menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Cinta perdamaian dan persatuan. Tidak egosentris.
  1. Bangga dan cinta terhadap tanah air.
  2. Mengembangkan sikap persatuan dan kesatuan.
  3. Memajukan pergaulan demi peraturan bangsa.
  4. Menjunjung tinggi persatuan Indonesia.
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/
perwakilan
Sila keempat mengandung nilai-nilai kerakyatan, di antaranya adalah sebagai berikut : Mendahulukan kepentingan dan tujuan bersama. Melaksanakan musyawarah dan demokrasi untuk mengambil keputusan
bersama. Bijaksana dalam menyelesaikan masalah.
  1. Selalu memperdepankan musyawarah untuk mencapai mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.
  2. Menghargai hasil musyawarah.
  3. Ikut serta dalam pemilihan umum.
  4. Memberikan kepercayaan wakil-wakil rakyat yang telah terpilih.
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Sila kelima Pancasila mengandung nilai-nilai keadilan sosial, di antaranya adalah sebagai berikut. Adil, sesuai kebutuhan tiap orang atau kelompok, bukan dibagi sama rata. Suka bekerja keras. Menghormati kedaulatan bangsa sendiri dan bangsa lain. Menganggap bangsa lain sama derajatnya.
  1. Menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
  2. Tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan pihak umum.
  3. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial.

TATA SURYA

  

A.   PENGERTIAN TATA SURYA 

Tata surya adalah susunan benda-benda langit yang berputar mengelilingi matahari sebagai porosnya. Benda langit yang dimaksud adalah planet, asteroid, meteoroid, komet, satelit dan benda langit lainnya. Garis edar planet berbentuk elips dan berputar mengelilingi matahari. Tata surya kita berada dalam gugus bintang galaksi Bima Sakti.
  

B.   ANGGOTA TATA SURYA 

1.   Planet 

Planet adalah benda langit yang berputar mengelilingi matahari dan memiliki garis edar tetap serta telah menyingkirkan objek lain di sekitar orbitnya.
Planet yang termasuk dalam tata surya adalah: Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Sebelumnya planet dalam tata surya ada 9 buah. Tetapi sejak 15 Agutus 2006, planet ke-9 yaitu Pluto sudah tidak lagi dimasukkan dalam kategori planet dikarenakan sudah tidak memenuhi syarat menjadi sebuah planet dalam sidang umum IAU (International Astronomical Union) ke-26 di Praha, Republik Ceko.
  

2.   Asteroid

Asteroid adalah benda langit seperti planet tetapi dengan ukuran lebih kecil dan belum dapat menyingkirkan objek lain disekitar orbitnya. Orbit asteroid ditemukan diantara planet Mars dan Jupiter. Asteroid juga dikenal dengan istilah Planetoid atau Planet Kerdil. Salah satu asteroid terbesar adalah Ceres dengan diameter 480 mil dan beredar mengelilingi matahari dalam waktu 4,5 tahun. Selain asteoid di antara Mars dan Jupiter. Pluto yang sudah tidak lagi menjadi anggota planet juga dikategorikan sebagai planet kerdil/asteroid walaupun tidak berada dalam garis edar antara Mars dan Jupiter. Asteroid yang hancur karena bertabrakan akan berubah menjadi meteoroid.
  

3.   Komet

Komet adalah benda langit berekor yang beredar mengelilingi matahari dengan garis edar lonjong. Ekor komet selalu menjauhi matahari, dan semakin dekat dengan matahari semakin panjang pula ekornya. Ekor terbentuk karena permukaan komet tersebut menguap akibat panas matahari. Komet dikenal dengan istilah Bintang Berekor atau menurut orang jawa Lintang Kemukus. Contoh komet antara lain: komet Haley, komet Enke, komet Ikea-Seki, dll.
 

4.   Meteoroid

Meteoroid adalah benda langit yang bergerak bebas. Meteoroid berasal dari pecahan komet, asteroid atau benda langit lain yang hancur karena tabrakan atau pengaruh hal lain. Meteoroid memiliki istilah lain yaitu Meteor dan Meteorit. Meteor adalah Meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi. Meteor dikenal juga dengan istilah Bintang Beralih. Sedangkan Meteorit adalah meteor yang jatuh sampai ke permukaan bumi. Contoh meteorit adalah meteorit ahnitudo di Green Land tahun 1897 dengan massa 34.000 kg dan meteorit Arizona di Amerika Serikat dengan massa mencapai 50.000 ton dan membentuk kawah dengan kedalaman 190 m dan diameter 1.400 m.

5.   Satelit

Satelit adalah benda langit yang selain beredar mengelilingi matahari juga beredar mengelilingi planet. Satelit disini adalah satelit alam. Berbagai contoh satelit alam adalah Bulan sebagai satelit Bumi, Phobos dan Deimos sebagai satelit Mars, dll. Hanya dua planet yang tidak memliliki satelit alam yaitu planet Merkurius dan Venus.
 Sumber : http://hindayani.com/ringkasan-materi-susunan-tata-surya-untuk-ipa-kelas-6-sd/